Kerangka Test NUnit

Kerangka Test NUnit

Assembly yang bisa diterima NUnit tentu saja bukan sembarang assembly. Ia harus merupakan assembly yang mengikuti kaidah yang telah ditetapkan oleh pembuat NUnit. Didalam assembly itu harus ada class yang bisa ditest. Class yang bisa ditest adalah class yang ditandai dengan attribute [TestFixture]. Kemudian didalam class itu harus ada paling tidak satu method yang juga harus diberi tanda [Test]. Maka kurang lebih kerangka minimal agar sebuah class bisa ditest harus memenuhi kaidah seperti contoh berikut ini:

using NUnit.Framework;
namespace Fatur.TDD.UnitTests{
	[TestFixture]
	public class CalculatorFixture{
		[Test]
		public void Test(){
		}
	}
}

Dari contoh diatas dapat kita buat catatan:

1.Assembly yang kita test harus mengimport/mereference assembly Nunit.Framework. Oleh karena itu agar assembly yang akan kita deploy ke pengguna tidak tergantung pada NUnit, kita harus memisahkannya menjadi dua assembly: implementasi asembly dan test assembly. Test assembly mereference implementasi assembly dan Nunit.Framework.
2.Class yang kita test harus teratributi TestFixture.
3.Class yang kita test harus memiliki standart konstruktor—konstruktor tanpa parameter.
4.Semua method yang ditest selain harus teratributi Test, juga harus mengikuti standart seperti dibawah ini:

	
public void [nama method](){
}

Method void dan tanpa parameter.

Iklan

There are no comments on this post.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: