Studi Kasus: Persiapan (2)

Persiapan

Buat dua buah folder didalam folder source. Satu untuk applikasi dan satu untuk test. Buka IDE anda buat solusi diluar kedua folder tadi. Kemudian buat project test dan letakkan didalam folder test. Struktur folder, solusi dan project anda harus seperti ini.

	-File solusi
	-src
		-app
		-test
			-Fatur.CalculatorTest

File solusi bisa anda dapatkan dengan menuliskannya secara manual atau bisa juga dengna bantuan IDE. Jika anda menggunakan visual studio, anda bisa pilih empty solution. Hasil dari generate otomatis oleh IDE itu anda copy file yang berekstensi sln, yang lainnya anda hapus. Atau jika anda menggunakan MonoDevelop atau SharpDevelop, anda tinggal buat sebuah project atau solusi. Kemudian didalam IDE tersebut anda Remove project yang secara otomatis dibuat oleh IDE. Buka folder tempat solusi dibuat. Kopi file berekstensi mds, yang lainnya boleh anda hapus.

Atau jika anda menggunakan NAnt file solusi bisa anda ganti dengan file build. Kita akan diskusi mengenai NAnt dilain kesempatan dan ditempat yang khusus.

[Note: anda juga boleh tidak mengikuti pengorganisasian file seperti diatas. Mungkin anda mengikuti apa yang disarankan oleh IDE. Yang penting adalah Anda memisahkan assembly test dari assembly applikasi. Jadi paling tidak ada dua applikasi.]

Menambahkan Project Test

Buka IDE anda dan browse file solusi. Jika ada error pada saat dibuka, abaikan saja. Setelah IDE selesai meload file solusi, buka solution explorer, hapus semua kesalahan (mungkin file atau project yang tidak ditemukan).

Tambahkan project baru dengan nama “namespase.CalculatorTest”. Berikan namespace sesuai aturan. Didalam project tersebut tambahkan sebuah file class dengan nama ExpressionConverterFixture, karena kita akan melakukan konversi ekspresi terlebih dahulu. Perhatikan saya menggunkan akhiran “Fixture” untuk semua file yang saya tujukan untuk ditest.

Tambahkan referensi Nunit.Framework untuk project test tersebut. Jika anda menggunakan Visual Studio, anda harus mendownload dan menginstallnya, sehingga anda bisa mencarinya di GAC. Jika anda menggunakan Ubuntu, biasanya paket mono dalam ubuntu sudah termasuk NUnit didsalamnya.

Ketikkan class dibawah ini didalam file yang baru saja kita buat.

using System; 
using NUnit.Framework; 

namespace Fatur.CalculatorTest 
{ 
	 
	 
	[TestFixture] 
	public class ExpressionConverterFixture 
	{ 
		 
		[Test] 
		public void Konversi1KeObjectSatu() 
		{ 
			string input="1"; 
			Assert.IsInstanceOfType(typeof(Satu),exConverter.Convert(input)); 
			Assert.AreEqual("1",exConverter.Convert(input).Expression); 
		} 
	} 
}

IDE anda akan napak seperti ini

Gambar. IDE, struktur file dalam solution explorer.

Menambahkan Project Applikasi

Tambahkan project baru dalam IDE anda dan letakkan dibawah folder app. Berinama dengan pola “namespace.Calculator”. Hapus class yang dibuat secara otomatis oleh IDE. Solution Explorer anda akan terlihat seperti gambar berikut ini,

Gambar. Project dan Test.

Iklan

There are no comments on this post.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: